Rudiantara: Perbedaan revisi

Dari Jokopedia
Lompat ke: navigasi, cari
(Gebrakan)
(Gebrakan)
Baris 42: Baris 42:
 
*[[Cegah Serangan WannaCry, Kominfo Lakukan Koordinasi]]
 
*[[Cegah Serangan WannaCry, Kominfo Lakukan Koordinasi]]
 
*[[Pemerintah Luncurkan Aplikasi “Ayo Mudik”]]
 
*[[Pemerintah Luncurkan Aplikasi “Ayo Mudik”]]
 +
*[[Presiden: Pemblokiran Telegram Demi Keamanan Negara]]
  
 
==Pendidikan==
 
==Pendidikan==

Revisi per 17 Juli 2017 00.37

Aplikasi tani dari kemkominfo.jpg
Rudiantara-4g-LTE.jpg
Rudiantara-birokrasi-perizinan-telekomunikasi.jpg

Rudiantara adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Kerja Jokowi. Ia terkenal karena merupakan profesional murni yang telah berpengalaman di dunia informasi dan telekomunikasi. Rudiantara lahir di Bogor, 3 Mei 1959. Pengalamannya di Indosat, Telkomsel, dan XL membuat ia dipercaya sudah sangat berpengalaman menangani Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pada saat ditunjuk menjadi menteri, ia menjabat sebagai anggota komisaris di Indosat.

Gebrakan

Kinerja Rudiantara
Rudiantara-mobil-pustika.jpg

Pendidikan

Ia memulai pendidikan tinggi di Universitas Padjadjaran dan meraih gelar sarjana pada 1984. Ia melanjutkan ke IPPM, Universitas Indonesia, dan meraih MBA pada tahun 1988.

Karier

Ia memulai karier pada tahun 1996 di Indosat sebagai General Manager Business Development. Ia juga pernah menjadi Chief Operating Officer PT Telekomindo Primabhakti sejak 1996 dan menduduki beberapa jabatan eksekutif selama 11 tahun di Indosat dan Telkomsel hingga 2006. Ia menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Semen Gresik (Persero), Presiden Direktur dan CEO PT Bukit Asam Transpacific Railways dan PT Rajawali Asia Resources. Ia pernah menjadi Wakil Presiden Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sejak 2008 dan kemudian menjadi direkturnya, Direktur Hubungan Korporat PT XL Axiata Tbk dari Maret 2005 hingga 2008 dan sekaligus sebagai direkturnya. Lalu sebagai Direktur Penjualan dan Pemasaran untuk Solusi Bisnis pada Juni 2003. Ia juga pernah menjadi Wakil Presiden Direktur PT Semen Indonesia (Persero), Tbk dan Semen Gresik Persero, juga sebagai Direktur.

Terakhir, ia menjadi sebagai Presiden Komisaris PT Rukun Raharja sejak 11 Juni 2014. Ia juga Komisaris Independen PT Indosat Tbk sejak 1 November 2012. Ia juga dipercaya sebagai Komisaris Independen di PT Telekomunikasi Indonesia sejak 1 Januari 2011 hingga Mei 2012, dan telah menjadi Komisionaris sejak September 2008. Ia juga menjadi Sekretaris Jenderal Asosiasi Telepon Selular Indonesia.

Selama di PLN, ia menjadi terkenal setelah terlibat dalam pencarian pendanaan perusahaan terutama pinjaman untuk proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt. Setelahnya, ia mengundurkan diri karena merasa telah menyelesaikan tugas profesional yang diberikan dan mendapat tawaran menarik lainnya. Karena merasa sayang dengan bakat yang dimilikinya, pemerintah berusaha untuk memberinya posisi di Indosat. Pada tanggal 17 September 2012, ia diangkat menjadi Komisaris.

Pada tahun 2014, ia dipercaya Jokowi untuk menduduki posisi Menteri Komunikasi dan Informatika.

Sumber