Revolusi Mental, Kemenkumham dan Nusantara Mengaji Ajak Napi se-Indonesia Khataman Alquran: Perbedaan revisi

Dari Jokopedia
Lompat ke: navigasi, cari
(←Membuat halaman berisi ':''Untuk informasi lebih lanjut mengenai Menkumham, silakan kunjungi artikel Yasonna Laoly'' Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan...')
 
(Tidak ada perbedaan)

Revisi terkini pada 20 April 2017 22.42

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Menkumham, silakan kunjungi artikel Yasonna Laoly

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) bekerja sama dengan Gerakan Nusantara Mengaji menggelar Khataman Alquran bersama. Acara ini berlangsung di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur dan diikuti serentak di Rutan dan Lapas seluruh Indonesia pada hari Kamis 20 April 2017 pukul 09.00 WIB.

Sebanyak 50 ribu narapidana yang tersebar di 450 lembaga pemasyarakatan dan Rutan seluruh Indonesia mengikuti Khataman Alquran bersama ini. Khataman serentak ini dilakukan selama dua jam saja. Seperti lazimnya dilakukan Nusantara Mengaji, para peserta sebelumnya sudah diberi bagian bacaan masing-masing.

Bagi napi yang belum bisa membaca Alquran, mereka hanya membaca lima halaman saja. Namun, bagi napi yang sudah bisa membaca, maka ia membaca satu juz Alquran.

"Acara hari ini adalah Khataman Alquran yang diikuti 50 ribu narapidana beragama Islam seluruh Indonesia, yang tersebar dalam 450 Lapas dan Rutan seluruh Indonesia," ujar Syarpani, Kasubag Publikasi Humas Dirjen Pemasyarakatan di Cipinang Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Kegiatan Khataman Alquran bersama ditayangkan melalui videotron dan tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Kegiatan ini sebagai upaya untuk mencegah para narapidana Narkoba yang dibina di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) agar tidak kembali ketergantungan.

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly menilai, kegiatan Khataman Alquran ini sebagai implementasi revolusi mental sesuai Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016. Selain itu, Menkumham berharap kegiatan ini menjadi titik balik warga binaan pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya yang menyesali perbuatan, menyadari kesalahan, bersedia memperbaiki diri, dan berjanji untuk tidak mengulangi kembali tindak pidana.

Sumber