Presiden Jokowi Teken Keppres Percepat Kelistrikan 2.500 Desa: Perbedaan revisi

Dari Jokopedia
Lompat ke: navigasi, cari
(←Membuat halaman berisi ':''Untuk informasi lebih lanjut mengenai Presiden Joko widodo dan Menteri Menteri ESDM, silakan kunjungi artikel Jokowi Ignasius Jonan'' Presiden Joko Widodo...')
 
(Tidak ada perbedaan)

Revisi terkini pada 20 April 2017 04.20

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Presiden Joko widodo dan Menteri Menteri ESDM, silakan kunjungi artikel Jokowi Ignasius Jonan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk mempercepat program kelistrikan di 2.500 desa. Percepatan kelistrikan ini melalui Energi Baru Terbarukan (EBT), yakni panel surya (solar cell) via Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Melalui beleid ini, pemerintah akan mengaliri listrik berteknologi panel surya untuk 2.500 desa terpencil di Indonesia.

Pemasangan panel surya ini merupakan tindaklanjut pemerintah atas pencabutan subsidi listrik untuk sebagian pelanggan golongan 900 volt ampere (VA). Anggaran subsidi tersebut dialihkan untuk pemasangan panel surya di tempat terpencil yang belum terjangkau listrik.

Menteri Jonan menyebutkan, pada dasarnya hingga saat ini masih ada 10.000 desa atau 15 juta masyarakat di Tanah Air yang belum menikmati listrik dengan layak. Karena itu, mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkomitmen bahwa program mengaliri listrik untuk desa-desa tersebut harus terealisasi.

Nantinya, setiap dua rumah tangga akan mendapatkan satu panel surya yang bisa digunakan bersama-sama. Pemasangan panel surya ini diharapkan akan membantu target tambahan daya listrik sebesar 20.000 megawatt (MW) pada 2019.

Sumber