Presiden Jokowi Resmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Jakarta: Perbedaan revisi

Dari Jokopedia
Lompat ke: navigasi, cari
(←Membuat halaman berisi ':''Untuk informasi lebih lanjut mengenai presiden Joko widodo, silakan kunjungi artikel Jokowi'' Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pemba...')
 
(Tidak ada perbedaan)

Revisi terkini pada 20 April 2017 04.33

Untuk informasi lebih lanjut mengenai presiden Joko widodo, silakan kunjungi artikel Jokowi

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembangunan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Masjid ini merupakan masjid raya di Jakarta yang ide pembangunannya dimunculkan oleh Presiden Jokowi saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Presiden Jokowi mengungkapkan alasan khusus dirinya menamakan masjid tersebut dengan meminjam nama Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).

“KH Hasyim Asy’ari telah meletakkan fondasi agama yang ramah, agama yang moderat. Kita perlu meneladani jasa-jasa beliau dalam meletakkan nilai-nilai keislaman, nilai-nilai keindonesiaan, dan nilai-nilai keagamaan yang sesuai dengan prinsip Islam yang rahmatan lil'alamin,” kata Presiden Jokowi dalam pidatonya saat peresmian Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Sabtu (15/4/2017).

Peresmian ditandai dengan penabuhan bedug yang dilakukan oleh Presiden Jokowi didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Plt Gubernur DKI Sumarsono, dan keluarga besar almarhum KH Hasyim Asy’ari yang diwakilkan oleh Salahudin Wahid.

Masjid tersebut dibangun di atas lahan seluas 2,4 hektar dengan luas bangunan 16.985,43 meter persegi. Masjid ini memiliki dua lantai dan satu mezzanine dengan daya tampung diperkirakan mencapai 12.500 jemaah.

Masjid yang peletakkan batu pertamanya dilakukan Presiden Jokowi saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, pada 2013 lalu, yang kemudian dilanjutkan pembangunannya oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, menggunakan dana APBD DKI Jakarta sebesar Rp165 miliar.

Masjid yang kini berdiri tegak di atas lahan dua hektare lebih, pondasi bangunannya penuh dengan khas betawi. Seluruhnya kekhasan karakter betawi dimunculkan semua di masjid raya di Jakarta ini. Ide bangunannya berasal dari Rumah Bapang yang merupakan rumah adat khas betawi. Ada ornamen gigi belalang dan di setiap tiangnya terlihat ada pagar langkan yang juga khas budaya betawi.

Pembangunan Masjid Raya Kyai Haji Hasyim Asy’ari, di Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat ini menjadi simbol keislaman yang ramah, moderat, dan menjadi pilar keberagaman Kota Jakarta pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Masjid Raya Kyai Haji Hasyim Asy’ari ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah pusat dan pemerintah DKI Jakarta dalam menghargai hak beribadah umat Islam, sebagai pilar utama bangsa ini. Berdirinya Masjid Raya Jakarta ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah mendukung penuh hak beragama dan beribadah warganya.


Sumber