Presiden Jokowi Lantik Saldi Isra Jadi Hakim MK: Perbedaan revisi

Dari Jokopedia
Lompat ke: navigasi, cari
(←Membuat halaman berisi ':''Untuk informasi lebih lanjut mengenai presiden Joko widodo, silakan kunjungi artikel Jokowi'' Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Guru Besar Universitas And...')
 
(Tidak ada perbedaan)

Revisi terkini pada 20 April 2017 03.59

Untuk informasi lebih lanjut mengenai presiden Joko widodo, silakan kunjungi artikel Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Guru Besar Universitas Andalas Padang, Saldi Isra sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK) masa jabatan 2017/2022. Pengambilan sumpah dilakukan di Istana Negara, Jakarta, sekira pukul 10.00 WIB, Selasa 11 April 2017.

Saldi dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden No 40P Tahun 2017 tentang pengangkatan hakim konstitusi, yang diajukan presiden. Ia dipilih menggantikan hakim MK sebelumnya Patrialis Akbar yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Saldi bukan orang baru di dunia hukum Tanah Air. Ia dikenal sebagai pakar hukum tata negara. Presiden beberapa kali mempercayakan Guru Besar Universitas Andalas itu menjadi bagian dari tim panitia seleksi. Salah satunya, saat seleksi calon komisioner KPU dan Bawaslu periode 2017-2022.

Pria kelahiran Paninggahan Solok, Sumatera Barat 20 Agustus 1968 itu merupakan ahli hukum tata negara yang sebelumnya menjabat sebagai Guru Besar Universitas Andalas Padang. Ia mendapatkan gelar Master of Public Administration dari Universitas Malaya, Malaysia pada 2001 dan gelar Doktor dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada 2009 dengan predikat lulus cumlaude.

Saldi Isra juga pernah mendapat penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award pada 2004. Penghargaan tersebut diraih Saldi setelah mengungkap korupsi di DPRD Sumatera Barat yang berlangsung sejak 1999. Selain itu, Saldi Juga menerima penghargaan Megawati Soekarnoputri Award pada 2012 untuk kategori Pahlawan Muda bidang Pemberantasan Korupsi.

Selamat bertugas Saldi Isra, semoga semangat membangun dan menjaga integritas tetap terjaga, serta terus memberikan pemahaman dengan keilmuan yang dimiliki tanpa merusak independensi yang dibangun sejak lama.

Sumber