Pendiri

Dari Jokopedia
Lompat ke: navigasi, cari

Jokopedia didirikan pada bulan Februari 2015 atas prakarsa Hariadhi dan Kartika Djoemadi, sebagai wadah relawan pasca pemilihan presiden mengumpulkan berbagai kinerja dan aktivitas Jokowi dan kabinetnya selama periode 2014-2019. Untuk ikut terlibat menawarkan bantuan tenaga, waktu, dan pikiran dalam project ini, silakan hubungi Hariadhi di 081808514599.

Kartika Djoemadi

Screen Shot 2016-01-01 at 10.47.39 PM.png

Dyah Kartika Rini Djoemadi, atau dikenal juga dengan nama Kartika Djoemadi, atau nama panggilan DeeDee, lahir di Jakarta tanggal 21 April, adalah pengusaha, penggerak relawan, dan pembicara di berbagai pelatihan dan media massa. Ia terkenal karena menjadi salah satu pendiri Jasmev. Kartika Djoemadi adalah putri dari pasangan Sri Ngadiyah Achmadi yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah, dan Djoemadi Poerwosoemarto yang berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Ayahnya adalah seorang perwira tinggi Angkatan Darat dari kesatuan Zeni, yang pernah berdinas sebagai Guru Militer di Sekolah Militer milik Angkatan Darat yang bernama Pusat Pendidikan Zeni Angkatan Darat pada tahun 1985.

Kartika Djoemadi menyelesaikan Pendidikan Sarjana di bidang Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (kini menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia) dan Pendidikan Pascasarjana di bidang Manajemen Komunikasi dari Program Pascasarjana Manajemen Komunikasi, Universitas Indonesia.

Karir pertamanya dimulai pada saat masih berkuliah di Universitas Indonesia dengan bekerja sebagai profesional di beberapa Multinational Corporation di Indonesia, yaitu Perusahaan Oil and Gas bernama Schlumberger, kemudian dilanjutkan di perusahaan peralatan listrik bernama Schneider serta perusahaan peralatan penerbangan udara bernama IG Technologies hingga lulus menjadi Sarjana Ekonomi. Kemudian pada tahun 1999, ia mendirikan perusahaan Property Developer bersama beberapa sahabat dimasa kuliahnya, dan membangun beberapa kompleks perumahan di wilayah Jabodetabek.

Pada bulan Agustus tahun 2012, Kartika Djoemadi bersama dengan Sony Subrata, Alexander Ferry Wijaya dan Alexander Jerry Wijaya mendirikan sebuah wadah berkumpulnya relawan social media untuk membantu Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berkampanye diajang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Wadah relawan tersebut kemudian dinamakan JASMEV atau Jokowi-Ahok Social Media Volunteers. Jasmev merupakan gerakan relawan yang independen dan inklusif serta tidak berafiliasi dengan partai politik manapun di Indonesia. Hingga akhir masa kampanye, JASMEV berhasil merekrut lebih dari 10.000 relawan yang tersebar diseluruh Indonesia. Gerakan ini menjadi fenomenal karena menjadi awal dimulainya kampanye media sosial yang terorganisir dan menginspirasi banyak kampanye di pilkada lainnya, serta menjadi contoh kasus penanganan black campaign dengan menggerakkan relawan media sosial untuk menjawab dan mengklarifikasi berita berita negatif serta black campaign.

Setelah Jokowi dan Ahok menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012, JASMEV kemudian di nonaktifkan untuk sementara, hingga pada saat Jokowi mendapatkan mandat untuk menjadi calon Presiden RI dari PDI Perjuangan, maka pada bulan Maret 2014, JASMEV kembali diaktifkan dengan nama "Jokowi Advanced Social Media Volunteers", dan ia kembali ditugaskan untuk mengawal serta mengkoordinir seluruh pasukan relawan social media tersebut hingga jumlahnya mencapai lebih dari 30.000 relawan dari seluruh Indonesia bahkan banyak juga yang berasal dari beberapa negara di dunia.

Sumber: Kartika Djoemadi - Wikipedia

Hariadhi

Hariadhi.jpeg

Hariadhi, lahir di Duri, Riau, pada tanggal 8 Mei 1984, adalah seorang pegiat sosial, desainer, penulis, dan juga editor. Ia banyak dikenal dengan gerakan GantiJakarta dan Wiki-ID. Dalam kampanye pilpres 2014, ia menjadi strategist dan tutor di Jasmev. Ia memulai sekolah di SD Muhammadiyah, Duri, Riau, kemudian pindah ke SD Cendana Mandau. SMP ditamatkan pada tahun 1999 dan dilanjutkan ke SMA Negeri 3 Bandung, tamat pada tahun 2002. Pendidikan tinggi diselesaikan di Institut Kesenian Jakarta di jurusan Desain Komunikasi Visual.

Ia memulai karier sebagai Art Director di salah satu perusahaan PH di Rawamangun, Jakarta. Berlanjut mengambil internship sebagai Account Executive di Macs909. Tidak puas dengan modal berbisnis saja, ia melanjutkan ke OneComm Dialogue, sebagai Copywriter dan Strategic Planner. Bekal ini kemudian digunakan untuk membuat usaha sendiri bernama Rumah Kebaikan, menangani banyak sosialisasi program-program pemerintah, membangun komunitas sosial, dan menjadi konsultan bagi penulis-penulis yang bukunya kemudian masuk jajaran best seller seperti Ira Lathief untuk buku Normal is Boring, Komunitas Ayah ASI, Handoko Hendroyono untuk buku Do!, dan Maman Suherman dari Indonesia Lawak Klub.

Ketekunan membina komunitas dan berbagai gerakan sosial membuatnya diliput berbagai media massa, antara lain Gantijakarta, Lebihbaik.org, Jokowi FAQ, Komunitas Wikipedia, Lari Bayaran, #5kmAhok, dan BangunPagi.