Pemerintah Rilis Peta Baru NKRI: Perbedaan revisi

Dari Jokopedia
Lompat ke: navigasi, cari
(←Membuat halaman berisi ':''Untuk info lebih lanjut mengenai MenkoPolhukam, silakan kunjungi artikel Luhut Binsar Panjaitan'' Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritima...')
 
(Tidak ada perbedaan)

Revisi terkini pada 17 Juli 2017 00.49

Untuk info lebih lanjut mengenai MenkoPolhukam, silakan kunjungi artikel Luhut Binsar Panjaitan

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mengumumkan update baru peta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Update peta terbaru merupakan hasil dari serangkaian pembahasan sejak Oktober 2016 yang dikoordinasikan oleh Kementerian Kemaritiman dan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait perundingan perbatasan maritim Indonesia.

Dalam update tersebut, ada beberapa wilayah yang berubah pada peta NKRI. Pertama adalah batas dengan Palau, di mana pada peta yang sebelumnya, batas wilayah masih melengkung dan diberi ruang garis lurus untuk pulau milik Palau. Sekarang menjadi ditarik garis lurus dan ditutup sehingga menekan sampai sekitar 100 mil. Hal ini karena batas ZTE (Zona Tangkap Eksklusif) menjadi perairan Indonesia, dua pulau sebelumnya Karang Helen dan Pulau Tobi diberi ruang 12 nautical mile (zona perairan).

Selanjutnya, perbatasan antara Indonesia dengan Filipina di Laut Sulawesi. Jika sebelumnya ditandai dengan garis putus-putus atau masih klaim. Dalam perubahan ini sudah resmi menjadi wilayah Indonesia karena perjanjian ZTE antara Indonesia dengan Filipina sudah menghasilkan kesepakatan bahkan sudah ratifikasi dengan UU nomor 4 tahun 2017.

Kemudian dalam peta baru Indonesia terdapat perubahan penamaan laut, khususnya zona di bagian utara Laut Natuna yang kini diberi nama Laut Natuna Utara. Sebelumnya, Laut Natuna hanya berada di bagian dalam garis laut teritorial dan laut kepulauan saja. Hal ini dilakukan mengingat sebelumnya sudah ada kegiatan migas yang menggunakan nama itu, sehingga nantinya akan ada kesamaan.

Selanjutnya di Selat Malaka Indonesia juga terjadi beberapa perubahan dari sisi klaim Indonesia. Jika sebelumnya, ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) antara Indonesia dengan Malaysia belum rampung ditetapkan. Pada peta terbaru, Indonesia mengklaim ZEE lebih maju menekan ke daerah Malaysia. Adapun perubahan lain pada peta baru Indonesia, yakni perbedaan batas laut teritorial pada perbatasan antara Indonesia, Singapura dan Malaysia tepatnya di Selat Riau. Pada peta sebelumnya tidak ada zona perairan yaitu South Ledge dan Pedra Branca untuk peta sekarang diberikan zona perairan. Pedra Branca sendiri milik Singapura, sedangkan South Ledge masih negosiasi antara Singapura dan Malaysia. Kedua wilayah itu diberikan alokasi wilayah selebar 500 meter.


Sumber