Pemerintah Buka Pendaftaran 19.210 CPNS untuk Lulusan SMA dan S1: Perbedaan revisi

Dari Jokopedia
Lompat ke: navigasi, cari
(←Membuat halaman berisi ':''Untuk kembali ke artikel Asman Abnur, silakan klik link ini.'' Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB...')
 
(Tidak ada perbedaan)

Revisi terkini pada 12 Juli 2017 04.52

Untuk kembali ke artikel Asman Abnur, silakan klik link ini.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) resmi mengumumkan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Tahun ini, fokus penerimaan pegawai di lingkungan Mahkamah Agung dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Jabatan ini menjadi prioritas mengingat adanya peningkatan beban kerja di kedua instansi tersebut, dan banyaknya PNS yang memasuki batas usia pensiun.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur mengatakan, formasi untuk kedua instansi tersebut sebanyak 19.210 orang, terdiri dari 1.684 CPNS untuk Mahkamah Agung (MA) dan 17.962 kursi CPNS di Kementerian Hukum dan HAM.

“Jumlah tersebut termasuk untuk mengakomodir putra/putri lulusan terbaik (cumlaude) dan putra/putri Papua dan Papua Barat. Untuk lulusan cumlaude kuotanya sebanyak 468 orang, sedangkan putra/putri Papua dan Papua Barat sebanyak 301 orang,” jelas Menteri Asman pada konferensi pers di kantor Kementerian PAN-RB, Jakarta, Selasa (11/7) siang.

Menteri Asman mengungkapkan, formasi untuk MA, pemerintah membuka lowongan sejumlah 1.684 untuk calon hakim pada peradilan umum, peradilan agama dan peradilan tata usaha negara. Kualifikasi untuk posisi calon hakim ini hanya untuk sarjana hukum, sarjana syariah, dan sarjana hukum Islam. Sementara formasi CPNS untuk Kementerian Hukum dan HAM membuka sebanyak 17.962 kursi meliputi 21 jabatan, mulai dari Penjaga Pembaga Pemasayarakatan (Lapas) hingga analis Keimigrasian.

Kuota untuk penjaga Lapas mencapai 14.000 dengan kualifikasi lulusan SLTA sederajat yang menguasai komputer, sedangkan untuk analis keimigrasian kuota yang disediakan mencapai 2.278. dengan kualifikasi untuk sarjana dari berbagai jurusan, antara lain Hukum, Sosial Politik, Ekonomi, Akuntansi, Komunikasi, Teknik Informatika, Teknik Komputer, dan Bahasa Asing.

Seleksi penerimaan CPNS menggunakan sistem Computer Assisten Test (CAT). Satu orang pelamar hanya bisa mendaftar untuk satu jabatan di satu instansi. Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Selain SKD, juga dilakukan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Terkait dengan biaya pendaftaran, Menpan Asman menegaskan penerimaan CPNS 2017 sepenuhnya bebas dari pungutan biaya. Ia meminta masyarakat tak percaya, jika ada pihak yang menjanjikan memberi bantuan untuk lulus tes CPNS dengan membayar sejumlah uang. Menteri Asman juga menegaskan, pelaksanaan seleksi CPNS ini dilakukan berdasarkan prinsip kompetitif, adil, objektif, transparan, bersih dari praktik KKN, dan tidak dipungut biaya, sehingga tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun. Setelah selesai ujian, perserta akan langsung mengetahui nilainya.


Sumber