Menpora: Liga 1 Momentum Kebangkitan Sepak Bola Indonesia: Perbedaan revisi

Dari Jokopedia
Lompat ke: navigasi, cari
(←Membuat halaman berisi ':''Untuk informasi lebih lanjut mengenai Menpora, silakan kunjungi artikel Imam Nahrawi'' Sejak sanksi FIFA dicabut pada Mei 2016, Indonesia akhirnya kembali memi...')
 
(Tidak ada perbedaan)

Revisi terkini pada 20 April 2017 04.28

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Menpora, silakan kunjungi artikel Imam Nahrawi

Sejak sanksi FIFA dicabut pada Mei 2016, Indonesia akhirnya kembali memiliki kompetisi sepak bola resmi. Hal ini ditandai setelah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi secara resmi membuka Liga 1 Indonesia di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Kota Bandung, Sabtu (15/4) malam WIB.

Liga 1 2017 menjadi kompetisi resmi pertama yang mendapat dukungan Kemenpora dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sejak Liga Super Indonesia (ISL) 2014. Dalam sambutannya, Menpora yang mewakili Presiden RI Joko Widodo menyebut Liga 1 Indonesia menjadi sebuah sejarah baru bagi persepakbolaan Indonesia.

Dengan kembali bergulirnya kompetisi resmi sepak bola Indonesia, Imam berharap dapat mendongkrak prestasi Indonesia di kancah internasional. Menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa itu yakin dengan liga yang bagus akan membantu prestasi Tim Nasional (Timnas) Indonesia.

Pemerintah juga berharap kompetisi Liga 1 Indonesia benar-benar baru dalam berbagai hal. Menpora ingin Liga 1 tidak mengulangi masalah-masalah lama, seperti tunggakan gaji, jadwal yang berubah-ubah, perizinan yang bermasalah sampai konflik suporter yang sangat merugikan.

Pemerintah juga berharap kompetisi Liga 1 Indonesia benar-benar baru dalam berbagai hal. Menpora ingin Liga 1 tidak mengulangi masalah-masalah lama, seperti tunggakan gaji, jadwal yang berubah-ubah, perizinan yang bermasalah sampai konflik suporter yang sangat merugikan.

"Mari kita mulai lembaran baru sepak bola Indonesia bersama Liga 1. Selamat berkompetisi dengan menjunjung tinggi fair play, sportivitas dan profesional. Siapa pun yang nanti menjadi juara, semoga menjadi juara dengan proses yang baik melalui kompetisi yang meningkat kualitasnya," ujar Menpora Imam Nahrowi.

Sumber