Intruksi Presiden di HUT Ke-71 Polri: Perbedaan revisi

Dari Jokopedia
Lompat ke: navigasi, cari
(←Membuat halaman berisi ':''Untuk informasi lebih lanjut mengenai Presiden Joko Widodo, silakan kunjungi artikel Jokowi'' Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan HUT ke-71 Kepoli...')
 
(Tidak ada perbedaan)

Revisi terkini pada 11 Juli 2017 01.55

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Presiden Joko Widodo, silakan kunjungi artikel Jokowi

Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan HUT ke-71 Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Lapangan Silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Presiden Jokowi beserta Ibu Negara, Iriana Jokowi, Wapres Jusuf Kalla beserta istri, Mufidah Jusuf Kalla tiba di kawasan Monas pada pukul 08.00 WIB. HUT Polri yang jatuh pada 1 Juli, baru diperingati pada 10 Juli karena Polri masih melaksanakan Operasi Ramadniya hingga 4 Juli 2017.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo memuji kesuksesan Polri dalam pengamanan bulan Ramadan sekaligus hari raya Idul Fitri pada 2017. Presiden Joko Widodo juga memberikan lima instruksi kepada Polri pada peringatan hari Bhayangkara ke-71.

"Pertama, perbaiki manajemen internal polri untuk menekan budaya negatif seperti korupsi, penggunaan kekerasan yang berlebihan dan arogansi kewenangan. Kedua, mantapkan soliditas internal dan profesionalisme Polri guna mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, yang mandiri dan yang berkepribadian," ujar Presiden Jokowi.

Instruksi ketiga adalah mengoptimalkan modernisasi Polri dengan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik.

"Keempat, tingkatkan kesiapsiagaan operasional melalui upaya deteksi dini dan deteksi aksi dengan strategi profesional proaktif dengan demikian Polri tetap dapat lincah bertindak dalam menghadapi perkembangan situasi yang meningkat secara cepat," ungkap Presiden kelahiran Solo ini.

Adapun pesan kelima presiden adalah meningkatkan kerja sama, koordinasi dan komunikasi dengan semua elemen baik pemerintah maupun masyarakat, serta kolega internasional sebagai implementasi kedekatan dan sinergi polisional guna mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif.

Presiden Jokowi juga mengatakan, dirinya selaku Kepala Negara tetap komitmen untuk mendukung terbentuknya Polri yang kuat, handal dan profesional. Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia yang Ke-71. Terus tegaklah menjadi Rastra Sewakottama, Abdi Utama Nusa dan Bangsa.


Sumber