Harkopnas ke-70, Presiden: Koperasi Harus Kuat dan Diberdayakan: Perbedaan revisi

Dari Jokopedia
Lompat ke: navigasi, cari
(←Membuat halaman berisi ':''Untuk informasi lebih lanjut mengenai Presiden Joko Widodo, silakan kunjungi artikel Jokowi'' Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka puncak peringatan Hari Kope...')
 
(Tidak ada perbedaan)

Revisi terkini pada 13 Juli 2017 04.49

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Presiden Joko Widodo, silakan kunjungi artikel Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70 di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Sulsel, Rabu, (12/7). Sekitar empat ribu masyarakat gerakan koperasi se-Indonesia menghadiri seremoni peringatan Harkopnas yang akan dirangkaikan dengan Kongres Koperasi III di Hotel Clarion Makassar.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi berpesan kepada seluruh komponen bangsa untuk membangkitkan koperasi. Menurut Presiden Jokowi, koperasi merupakan pilar perekonomian yang bisa menjadi kekuatan dalam menghadapi perubahan zaman.

"Untuk itu pemerintah menempatkan koperasi sebagai institusi utama dalam pelaksanaan kebijakan pemerataan ekonomi, dan dalam kebijakan reforma agraria redistribusi lahan. Kita juga ingin menempatkan koperasi sebagai salah satu penerima yang dapat memanfaatkan konsesi-konsesi yang akan kita berikan," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengingatkan para penggerak koperasi di Tanah Air untuk terus meningkatkan semangat reformasi koperasi sebagai kekuatan bersama yang mampu bersaing dan cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Apalagi, di era sekarang ini dibutuhkan kecepatan, kreativitas, dan juga inovasi agar koperasi bisa bersaing dengan para pelaku ekonomi lainnya.

Presiden meyakini bahwa koperasi mampu berkompetisi dan bersaing dengan perusahaan swasta, korporasi, dan BUMN. Namun, Presiden menggarisbawahi masih rendahnya kontribusi koperasi kepada perekonomian nasional. Meski telah mengalami peningkatan dua kali lipat dibanding 2,5 tahun lalu, sumbangan koperasi terhadap perekonomian Indonesia dinilai masih relatif kecil atau baru sebesar 3,9 persen.

Mantan Wali Kota Solo ini menjelaskan, kontribusi koperasi sebesar 3,9 persen ini masih kalah jauh dibanding negara-negara lainnya, seperti Prancis sebesar 18 persen, Belanda 18 persen, dan Selandia Baru 20 persen. Padahal menurut Presiden, setiap tahun pemerintah selalu gencar menggerakan koperasi sebagai sokoguru perekonomian Indonesia.

Presiden Jokowi pun meminta koperasi yang telah sukses dapat ditiru koperasi lainnya, seperti Koperasi Sidogiri di Jawa Timur yang memiliki omzet Rp 18 triliun, agar koperasi bisa ikut serta dalam persaingan sengit ekonomi global saat ini.

Presiden yang menyukai musik metal ini juga berharap pada tahun 2018 mendatang bunga Kredit Usaha Rakyat bagi UKM dan Koperasi dapat diturunkan menjadi 7 persen. "Karena kita sebenarnya memberikan kesempatan kepada koperasi untuk juga ikut menyalurkan kredit usaha rakyat yang dulunya bunganya 22 persen. Sekarang dengan subsidi dari APBN, bunganya bisa kita potong jadi 9 persen. Insya Allah tahun depan (2018) akan kita tekan lagi jadi 7 persen," kata presiden ke-7 Indonesia ini.

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi juga memberikan medali penghargaan Satyalencana Pembangunan pada sejumlah kepala daerah yang dianggap memajukan pembangunan, UKM dan Koperasi di daerahnya, seperti Wagub Jabar Dedy Mizwar, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf.


Sumber