Ferry M Baldan

Dari Jokopedia
Lompat ke: navigasi, cari
600px-Ferry-m-baldan-ver-02.jpg

Drs. Ferry Mursyidan Baldan adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo sejak 27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016. Ia menonjol dengan gebrakan yang dilakukan, antara lain membuka pelayanan BPN pada hari Sabtu dan Minggu, membagikan sertifikat tanah gratis kepada 26.900 rakyat kurang mampu di Kalimantan Selatan, dan memperjuangkan sertifikat hak komunal sebagai pengakuan atas tanah adat.

Gebrakan

Bank-tanah (1).jpg
Ferry-m-baldan-03.jpg
Menteri agraria.jpg
Menteri fery m.baldan.jpg
Ferry 2.jpg
Ferry ganteng1 copy.jpg
Ferry 3 1.jpg
Ferry.jpg
068e2402-c1d5-4f36-b63c-1543f87c7834 (1).jpg

Pendidikan

Ia lahir di Jakarta, 16 Juni 1961, putera pasangan Baldan Nyak Oepin Arif dan Syarifah Fatimah (alm). Semasa kuliah, Ferry Mursyidan Baldan, memulai karir politiknya dengan bergabung dalam Badan Perwakilan Mahasiswa Fisip UNPAD pada tahun 1984. Kemudian aktif di organisasi islam mahasiswa yang dikenal dengan nama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Setelah menamatkan kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran Bandung pada tahun 1988, Ferry menjabat Ketua Umum Badko, Jawa Barat (1988-1990) dan kemudian menduduki jabatan Ketua Umum PB HMI periode (1990-1992).

Organisasi dan Politik

Dengan pengalaman sebagai Ketua Umum PB HMI, kemudian Ferry melanjutkan pengalaman organisasi dengan bergabung ke Partai Golongan Karya (Golkar) pada tahun 1992. Kemudian pada Pemilu 1997 Ferry Mursyidan Baldan pertama kali menjadi anggota calon legislatif dan mengantarnya sebagai anggota DPR dari daerah pemilihan Bandung. Masa kerja Ferry sebagai anggota DPR seharusnya 1997 - 2002, namun berakhir dengan diadakannya Pemilu 1999. Pada pemilu tahun 1999, Ferry M Baldan kembali menjadi anggota DPR RI periode 1999 -2004 dan terpilih menjadi Wakil Ketua Komisi II. Kiprah sukses beliau ketika menjabat sebagai anggota DPR yaitu dengan terlibat dalam penyusunan UU yang dinilai oleh pengamat sebagai landasan menuju Indonesia yang lebih demokratis, yakni UU No 22/1999 mengenai Otonomi Daerah, UU No 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, dan terlibat dalam pansus tiga UU Bidang Politik, khususnya UU Parpol dengan Ferry sebagai Ketua Pansus. Pada saat Nasional Demokrat (NasDem) resmi menjadi Partai (sebelumnya berbentuk ormas) tahun 2011, dengan Ketua Umum Surya Paloh. Ferry M Baldan kemudian bergabung dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem), dan mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Golkar. Beliau kemudian diangkat menjadi Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Nasional Demokrat (2011).

Peran dalam Pilpres

Untuk menghadapi Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden, lalu Ferry M Baldan ditunjuk sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem (2013). Karena kerja keras dan pengalamannya pada saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, Ferry Mursyidan Baldan dipercaya menjadi Juru Bicara Pasangan Calon Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla. Setelah menilai dan mempercayai kemampuannya, Presiden Indonesia tahun periode 2014 - 2019 terpilih Joko Widodo, mempercayakan posisi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional kepada Ferry Mursyidan Baldan didalam Kabinet "Kerja". Mimpi Ferry ketika kecil menjadi seorang Pilot atau Diplomat, tetapi suami dari Hanifah Husein kini menjadi seorang Menteri sekaligus Politikus yang jujur dan bersih juga suatu pencapaian yang luar biasa. Dan menjadi kebanggaan bagi rakyat Indonesia karena memiliki Pemuda yang sungguh-sungguh mengabdi untuk Masyarakat dan Negara.

Sumber